Berempat.com

Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mengingatkan kepada seluruh Nahdliyin, pentingnya menjaga masjid dari paham-paham radikal. Saat ini, kata Ma’ruf, banyak masjid yang sudah diambil-alih oleh kelompok garis keras.

“Di internal NU ada keluhan, dulu kita di masjid kehilangan sendal, tapi sekarang kehilangan masjidnya. Karena masjid yang dulunya itu masjid NU tidak jadi NU, karena diambil alih kelompok garis keras,” kata Ma’ruf di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/2).

Ma aruf mengungkapkan, masjid difungsikan untuk membina umat. Melalui masjid, NU mengajarkan Islam yang santun, moderat, bukan dengan pemahaman keras dan ekstrem.

“Masjid itu tempat membina umat dan cara membinanya menggunakan Islam moderat, santun, rahmatan lil alamin, dan jangan sampai diisi oleh garis keras dan radikal. Itu sangat bahaya,” ucap dia.

Ketua non-aktif MUI ini berpesan, lewat kisah sandal dan masjid, umat dapat lebih memakmurkan tempat ibadah tersebut. Jangan sampai ada pihak pemecah-belah, marangsek dan membuyarkan kerukunan.

“Kita harus mengelola masjid dengan baik, ditakmirkan, dibina, dibangung, jangan ditelantarkan,” Ma’ruf menyudahi.

Berempat.com