Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) dan Aktivis HAM Suciwati (kanan) menyampaikan paparan saat diskusi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/11/2018). Diskusi yang digelar bertepatan dengan 500 hari penyerangan terhadap Novel Baswedan tersebut tersebut membahas terkait pentingnya perlindungan bagi para pejuang HAM. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. *** Local Caption ***
Berempat.com

Penyudik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menanggapi sinis pernyataan Jokowi yang meminta Saudi Serius Usut Kematian Khashoggi.

Dalam acara memperingati 500 Hari Penyiraman Novel Baswedan, ia mengatakan kasus Penyiraman Novel Mangkrak dan Terkesan Dilupakan.

“500 Hari Penyiraman Air Keras: Kami Dibiarkan Buta, Presiden Kemana?” di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/11).

“Penyerangan terhadap saya adalah penyerangan yang sengaja tidak diungkap. Saya duga kuat proses itu formalitas,” ungkap Novel.

Novel mengaku sudah memiliki bukti bahwa semua proses yang muncul hanya formalitas. Termasuk salah satunya adalah wacana pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta.

Menurutnya, wacana yang disarankan oleh pihak Polri itu hanya menggema di awal kasus itu terjadi, lalu menghilang tanpa kabar.

Berempat.com