Berempat.com

Lamanya proses pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang kerap dikeluhkan warga lantaran blanko habis, menjadi peluang bagi sejumlah oknum menjual blanko e-KTP Palsu. Bukan hanya itu, praktek pembuatan e-KTP palsu juga ditemukan di Pasar Pramuka, Jakarta Pusat.

Seperti dikutip Koran Kompas, di Pasar Pramuka Pojok, yang berada di pojok tikungan yang mempertemukan Jalan Pramuka dan Jalan Salemba Raya, satu lembar blangko e-KTP dipasarkan seharga Rp 150.000 untuk blangko KTP-el bekas dan Rp 200.000 untuk blangko KTP-el baru.

Salah satu penjual mengaku mendapat blangko dari perusahaan percetakan. Ia mengaku, tidak bisa sembarang orang bisa beli di percetakan tersebut, harus dasar saling percaya. Secara kasat mata, blangko yang dijual sangat mirip dengan blangko asli, termasuk hologram di lembar muka blangko. Blangko itu asli dan di dalamnya tertanam chip yang tersedia dalam jumlah banyak

Bukan hany itu, sejumlah kios jasa pengetikan dan penjilidan dokumen di Pasar Pramuka Pojok juga menyediakan jasa pembuatan e-KTP asli tapi palsu, alias aspal. Jasa pembuatan e-KTP aspal dikenakan ongkos Rp 500.000 per lembar.

Selain ditemukan di Pasar Pramuka, Blanko e-KTP juga ditemukan dijual di situs jual beli online Tokopedia. Setelah mendapatkan sejumlah laporan, Tokopedia menghapus produk blangko KTP elektronik yang dijual di platform-nya.

Vice President of Public Policy and Government Relations Tokopedia, Astri Wahyuni mengatakan telah menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan platform Tokopedia, maupun yang melanggar hukum, termasuk penjualan blangko KTP elektronik. Saat ini produk yang dimaksud sudah dihapus.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik ( e-KTP) yang beredar dan diperjualbelikan di pasaran merupakan tindakan kriminal semata.

Tjahjo menegaskan pelaku mencuri blangko tersebut dari ayahnya, yang merupakan Kepala Dinas Dukcapil di Lampung. Setelah itu, 10 blangko yang ia ambil kemudian dijual melalui platform e-dagang.

“Setelah kita lacak, baik di toko online-nya, termasuk orangnya ketemu. Bahwa si anak yang menjual ini mencuri blanko e-KTP punya ayahnya, ayahnya yang kebetulan Kepala Dinas Dukcapil di Lampung. Dia ambil 10 kemudian dia jual,” ungkapnya.

Berempat.com