Berempat.com

Teror bom moloov di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat dan rumah Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan. Kedua peristwa tersebut terjadi Rabu (9/1) dengan waktu yang berbeda.

Teror bom ketua KPK tersebut, cukup menarik perhatian publik disoroti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Menurutnya pelaku teror seperti itu ada setiap saat.

“Ada saja orang-orang setiap saat seperti itu. Tinggal mengusut,” ujarnya lagi.

Karena itu ia meminta agar masyarakat tak usah diributkan. Kasus itu, kata dia, pasti akan diusut sesuai hukum yang berlaku.

“Kita ada peraturan perundang-undangan, kita ada hukum, kita terapkan dengan tegas selesai. Gitu saja. Jadi jangan kita ributkan,” kata Wiranto di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (9/1).

Wiranto menyatakan teror bom di kediaman KPK itu pasti menimbulkan rasa tidak aman layaknya teror bom lainnya. Untuk itu pemerintah, menurut dia, berusaha melakukan deteksi dini. Terlebih lagi pemilihan umum akan berlangsung dalam waktu tiga bulan.

Dia memastikan akan setiap pelaku teror bom akan dihukum. “Siapapun yang membuat bom itu, yang berusaha untuk menakut-nakuti, ya ditangkap saja, dihukum,” ujarnya.

Berempat.com