Berempat.com

Tes Selelsi Kompetensi Dasar atau SKD yang merupakan tes tahap awal bagi peserta CPNS yang lolos seleksi administratif.

Ribuan peserta mengikuti tes di satu lokasi tiap harinya. Dalam sehari panitia membagi 3-5 sesi dengan jumlah peserta 400-1000 orang tiap sesinya.

Tes SKD yang meliputi Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Adapun passing grade yang harus dipenuhi peserta agar lolos tes tahap awal ini minimum skor yang harus dicapai TWK 75, TIU 80 dan TKP 143.

Dengan batas minimum passing grade tersebut sebagian besar peserta tes berguguran pada tes tahap perdana ini.

Sri Mulyani adalah salah satu peserta di Kementrian Agama gagal pada tes SKD di Bandung, Jawa Barat, Senin (5/11).

Adapun nilai yang dicapai Sri Mulyani dengan nomor urut 204 itu TWK 60, TIU 65, dan TKP 117.

Peserta lain bernomor urut 246 7Gia Sri Mulyani juga gagal. Padahal Gia Sri Mulyani lolos di tes TWK dan TIU dengan masing-masing nilai 80. Sayang Gia Sri Mulyani gagal hanya karena kurang 3 poin dari batas passing grade TKP yang seharusnya 143, Gia Sri Mulyani hanya mendapat 140.

Peserta ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) mengakui Tes Karakteristik Pribadi (TKP) adalah bagian tersulit dikerjakan.

Yanneri Andreas Panjaitan, peserta Tes SKD Kementerian PANRB mengatakan, dirinya sangat kecewa karena nilai passing grade-nya gagal dengan selisih hanya satu poin di TKP.

“Hanya kurang satu poin saja, apalagi Tes Karakteristik Pribadi,” ujarnya usai mengerjakan SKD CPNS di kantor regional IV Makassar, Sulawesi Selatan.

Ribuan calon peserta tes CPNS di Aceh akhirnya harus menelan pil pahit karena tidak lulus seleksi kompetensi dasar (SKD).

Setelah ditelusuri biang atas kegagalan para peserta tersebut ada pada tingkat standar kelulusan (passing grade) yang ditetapkan pemerintah pada tes SKD relatif tinggi.

Banyak peserta menuding pemerintah membuat kebijakan keterlaluan dengan menetapkan passing grade kelulusan yang ‘kejam’ tanpa memperhatikan kondisi psikologis dan geografis daerah peserta.

“Kalaulah untuk menjadi calon presiden harus ikut tes seperti model CAT SKD CPNS tahun 2018 ini dengan soal yang sama, maka Jokowi dan Prabowo, bisa saja keduanya juga tidak lulus,” ujar Dosen UIN Ar Raniry Budi Azhari MPd seperti dikutip Serambinews.com dari laman facebooknya, Senin (5/11).

Berempat.com