Berempat.com

Kerap mengalami kesulitan mendapat buku nikah yang banyak dikeluhkan masyarakat beberapa tahun terakhir ini menginspirasi Kementerian Agama (Kemenag) mengubah tanda bukti pernikahan. Jika biasanya berbentuk buku, kali ini berbentuk kartu.

“Kita ke depan ingin tanda bukti seseorang telah nikah tidak lagi menunjukkan buku nikah yang besar, yang susah ditaruh saku dan dibawa bepergian,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat peluncuran Sistem Informasi Manajeman Nikah (SIMKAH) berbasis web di kantornya, Kamis (8/11).

Menurutnya, kartu nikah akan dibuat sebesar kartu ATM ataupun kartu tanda penduduk (KTP). Sehingga, lebih mudah dibawa dan masuk saku.

“Kita akan ubah jadi kartu nikah seperti kartu ATM, KTP, dan umumnya yang bisa dibawa dalam saku,” tegasnya.

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait keasliannya. Sistem yang digunakan untuk pencatatan pun akan dioptimalkan dengan baik seperti e-KTP.

“Sama saja dengan KTP kan. Makanya sistem aplikasi web ini kita terapkan. Dulu satu orang punya dua, tiga KTP karena data penduduk kita belum baik. Tapi sekarang dengan e-KTP susah orang punya KTP ganda,” terang dia.

Peluncuran kartu nikah sejatinya sudah berjalan seiring dengan SIMKAH yang kini sudah bisa diunduh melalui www.simkah.kemenag.go.id. Kemenag menargetkan, akan ada 1 juta kartu nikah yang diproduksi pada 2018 ini.

“Sekarang sudah kita luncurkan cuma bertahap. Yang jelas sudah mulai kita luncurkan bersamaan dengan ini (SIMKAH),” pungkasnya.

Dengan adanya Simkah berbasis web yang merupakan direktori data nikah yang terintegrasi dengan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan Sistem Informasi PNBP Online (Simponi) Kementerian Keuangan.

Melalui integrasi ini, Anda bisa melakukan pengecekan status pernikahan seseorang dengan mengakses situs www.simkah.kemenag.go.id. Meski begitu, Simkah Web ini diklaim menjamin keamanan yang andal dengan fitur keamanan dokumennya.

Dijelaskan pula bahwa aplikasi ini mempunyai kelebihan dalam hal teknologi, yakni dalam hal tampilan dan fiturnya dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Beberapa keunggulannya, antara lain memudahkan pengisian, mencegah pemalsuan dokumen, perubahan dokumen kependudukan pada SIAK seiring dengan pelaksanaan pencatatan nikah, data peristiwa nikah tersaji dalam ragam bentuk, yaitu tabel, statistik, maupun grafik dengan menu yang beragam.

Kemenag pun meluncurkan buku dan kartu nikah yang diberi kode QR, sehingga dapat dipindai melalui QR Scanner dan terhubung melalui aplikasi Simkah Web. Aplikasi ini juga menyediakan fitur pencetakan kartu kartu nikah yang bisa dibawa ke mana saja dan dapat berfungsi sebagai pengganti buku nikah.

Berempat.com