Berempat.com

Kabar 31 pekerja yang tewas diduga dibantai menghiasi pemberitaan media mainstreem juga media sosial beberapa hari terkahir. Kabarnya para korban ditembaki pasca menjepret kegiatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) merayakan Papua Merdeka.

Kabar ini dibenarkan Polda Papua yang mengatakan pembantaian terhadap puluhan pekerja di jalan dan jembatan Trans Papua -Jembatan Habema-Mugi- di Kabupaten Nduga Papua, Minggu (2/12).

“31 orang. Itu info dan laporan yang kami dapat,” ujar Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal pada Senin (3/12).

Kamal menyebut, Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB) mengeksekusi 23 pekerja pada Sabtu (1/11). Selanjutnya pada Minggu (2/11), GSPB kembali menembak mati 8 pekerja. Setelah menembak mati 31 pekerja, GSPB kembali menyandera 15 pekerja lainnya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengungkapkan, penembakan dan penyanderaan tersebut diduga karena salah satu pekerja proyek kedapatan mengabadikan upacara HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Yigi, Nduga, Papua.

“Pada hari Sabtu 1 Desember 2018 kelompok GSPB tersebut merayakan upacara HUT OPM di Distrik Yigi dan dari salah satu korban pembunuhan tersebut ada yang melihat dan mengambil foto upacara HUT OPM. Sehingga hal tersebut membuat kelompok GSPB marah,” ujar Kamal.

Berdasarkan keterangan dari Pendeta Wilhelmus Kogoya yang merupakan tokoh gereja di Distrik Yigi, mayoritas pekerja tersebut ditembak di Kali Yigi dan Kali Aurak yang merupakan salah satu lokasi proyek jembatan.

Sementara itu Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai dalang

“Sudah lah, kalau begitu OPM. Masa orang biasa nembak-nembak. OPM,” kata Ryamizard di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (4/12).

Menurut Ryamizard, pembunuhan terhadap 31 orang sudah masuk kategori besar. TNI pun dinilai harus segera turun tangan. Selain itu, sebagai Menteri Pertahanan, dia juga menyatakan ikut bertanggung jawab.

“Tanggung jawab saya juga bukan hanya polisi dan tentara saja. Saya bertanggung jawab,” kata dia.

Berempat.com