Berempat.com

Reuni Akbar 212 yang telah berlangsung damai, tertib dan khidmat. Jutaan umat dari berbagao daerah bahkan dari luar negeri secara sukarela ikut serta dalam ajang berkumpulnya umat muslim di Lapangan Monas, Jakarta.

Meski banyak halangan dan rintangan yang dihadapi umat yang hendak menuju Jakarta, dengan segala upaya mereka pakai demi berkumpul dengan jutaan umat dan menjadi bagian sejarah bangsa ini.

Banyak orang yang menuding jika puluhan ribu orang yang datang mereka adalah massa bayaran, kelompok intoleran, pendukung salah satu paslon capres hingga anggota organiasasi terlarang yang telag dibubarkan (HTI).

Menanggapi tudingan miring akan Aksi Reuni Akbar 212, Da’i Kondang Abdullah Gymnasiar yang dikenal dengan Aa Gym meluruskan berbagai tundingan miring tersebut.

“Mengapa jutaan orang bisa terpanggil hadir di 212? Karena ada kesamaan rasa. Rasa perih dituduh radikal, rasa sedih dicap intoleran, rasa sakit difitnah anti Pancasila… dan mereka seakan tidak tahu lagi harus mengadu pada siapa. Itu sebabnya jutaan orang hadir, dengan biaya sendiri, ingin menunjukkan bahwa Islam itu damai,” kata Aa Gym dalam acara ILC selaaa (4/11) malam.

Aa Gym menilai jika acara yang berlangsung khidmat itu bukan hanya dihadiri jutaan umat muslim, juga dihadiri umat selain islam, beda ras, bermacam suku budaya, yang saling menghormati.

“Rumputpun aman. Senyum tulus di mana2. Karena kami sangat mencintai negeri ini. Kami ikut mendirikan Pancasila. Demi Allah kami tak menghendaki negeri ini rusak,” tegasnya.

Berempat.com