Berempat.com

Jelang Debat ketiga yang akan menghadirkan cawapres cawapres antara Ma’ruf Amin dan Sandiaga Salahuddin Uno Minggu (17/03) malam, Ma’ruf Amin melatih diri soal durasi waktu.

Ma’ruf mengaku kesulitan untuk mengatur waktu saat debat. Hal itu dikarenakan dia sering berdakwah dengan durasinya lebih panjang ketimbang debat Pilpres.

“Saya bagaimana, saya harus bisa biasa, saya kan ngomong panjang, ngaji itu kan panjang,” ujar Ma’ruf.

Ketua TKN Jokowi-Maruf Erick Thohir mengatakan Ma’ruf Amin sudah melakukan simulasi debat. Ma’ruf, kata Erick, sudah bisa menyesuaikan durasi debat.

“Abah sendiri tadi sudah simulasi bagaimana tadi beliau bisa diskusi mengenai masukan diskusi mengenai waktu beliau yang biasanya dakwah kultum kan sekarang jadi satu menit,” kata Erick,

[wp-rss-aggregator source="4111" limit="3"]

Sementara itu, rival Ma’ruf, Sandiaga Uno berjanji untuk tidak tampil menyerang dipanggung debat besok. Dia mengaku menghormati Ma’ruf yang lebih senior di kancah politik nasional.

“Haruslah (santun). Yang muda harus sopan sama kiai,” ujar Sandiaga di Lapangan Basket Bulungan, Jalan Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Dia mengatakan debat antar-cawapres nanti bukan untuk saling serang, melainkan berdiskusi tentang gagasan program kerja 5 tahun ke depan, sehingga bisa meyakinkan masyarakat untuk menetapkan pemimpin di periode yang baru.

“Oh nggak (menyerang). Kiai kok didebat? Ini itu forum diskusi. Kita kan nggak bisa melepas status beliau sebagai ulama besar. Kita hormati beliau. Kita mendapatkan yang terbaik dari beliau dan memberikan diferensiasi pendekatan Pak Jokowi seperti apa, pendekatan Prabowo-Sandi seperti apa,” ujar Sandi.

Berempat.com