Arema FC menjadi juara Piala Presiden 2017 (Biro Pers Setpres)

Berkabar.id – 2018 mendatang Piala Presiden akan kembali bergulir. Secara resmi PSSI sudah memastikan hal tersebut. Dan agar lebih menarik, PSSI pun memutuskan untuk meningkatkan nilai hadiah bagi tim yang berhasil menjadi jawara.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait. Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai, peningkatan hadiah akan sebanding dengan meningkatnya kualitas dari turnamen pramusim tersebut.

“Saya mengusulkan ada peningkatan jumlah hadiah. Tetapi yang penting bukan hanya hadiah yang meningkat tapi juga peningkatan kualitas dari turnamen itu sendiri,” ujar Maruarar kepada awak media. Seperti diketahui, tahun lalu Piala Presiden menyediakan total hadiah sebesar Rp 6,5 miliar. Tim yang menjadi juara pada ajang pramusim tersebut berhak mendapatkan uang sebesar Rp3 miliar.

Namun, hingga saat ini jadwal pelaksanaan Piala Presiden 2018 masih belum menemui kejelasan. Maruarar pun baru mulai menyusun tim yang akan bekerja dengannya.

“Saya masih mencari lima sampai enam orang untuk menemani saya sebagai SC. Rencananya, saya akan merekrut mantan pemain, pelatih, pihak Kepolisian, dan dari pihak wartawan,” jelasnya.

Turnamen Piala Presiden 2018 dipastikan bakal digelar. PSSI telah menujuk Maruarar Sirait sebagai ketua Steering Committee (SC) di Piala Presiden edisi ketiga itu.

Piala Presiden 2018 yang akan dijadwalkan dihelat pada bulan Januari, sebagai persiapan sebelum Liga 1 dimulai pada bulan Februari. Piala Presiden hanya akan diikuti oleh 18 klub Liga 1.

Untuk menyiapkan turnamen tersebut, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memilih Maruarar sebagai ketuanya. Alasannya karena pria yang juga politisi PDI Perjuangan itu dianggap memiliki pengalaman di Piala Presiden di dua edisi sebelumnya.

“2018 padat kegiatan. Ada Asian Games, Piala AFF, Piala AFC yang harus berjalan. Dengan kesibukan ini, PSSI memohon kepada Maruarar Sirait untuk menjadi SC di Piala Presiden ketiga,” ujar Edy di Makostrad, Jakarta, Rabu (6/12) kemarin.

Akan tetapi, Edy mengaku belum mengetahui kepastian tanggal kickoff Piala Presiden 2018. Sebab, PSSI harus berkoordinasi lebih dulu dengan Presiden RI Joko Widodo.

“Untuk waktunya akan diputuskan setelah bertemu dengan PSSI. Ada 18 klub Liga 1, dalam rangka persiapan masuk ke putaran liga. Maruarar yang akan melakukan organisasi, dan menyiapkan,” jelas Edy.

Sementara itu, Maruarar mengaku optimistis bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kami tahu tantangan tidak mudah. Tapi, dengan figur utama dalam rel yang tepat, kami mendukung itu dan memberikan apresiasi dan memberikan konsistensi dengan apa yang dijalankan. Tidak mungkin itu tercapai tanpa teladan dari ketum PSSI. Terima kasih atas kepercayaan ini,” kata Maruarar.

Persib FC dan Arema FC Jadi Juara di Dua Edisi Piala Presiden

Piala Presiden pertama kali dilaksanakan pada 2015, tepatnya tanggal 30 Agustus-18 Oktober 2015. Sebanyak 16 klub terlibat di dalamnya, terdiri atas 13 klub dari QNB League (liga tertinggi ketika itu) dan tiga klub dari Divisi Utama dengan operator oleh operator Mahaka Sports and Entertainment.

Pada edisi pertama ini, Persib Bandung menjadi juara setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0.

Tujuan awal dilaksanakannya kompetisi tersebut adalah untuk mengisi event sepak bola di Indonesia akibat adanya sanksi dari FIFA.

Berbeda dengan tahun 2015, pada pelaksanaan tahun 2017, tepatnya 4 Februari-12 Maret, Piala Presiden dilaksanakan sepenuhnya oleh PSSI dengan dukungan beberapa sponsor. Federasi membentuk kepanitiaan yang akan bekerja sama dengan panitia lokal di tempat pertandingan.

Juara di edisi kedua ini adalah Arema FC setelah mengalahkan Pusamania Borneo FC dengan skor 5-1 di partai final.

Editor: R. Shandy