Moyes - (Getty)

Berkabar.ID – Setiap klub pastinya selalu menginginkan kemenangan dan prestasi agar bisa menjaga gengsi dari para rival. Oleh karena itu, tentunya dibutuhkan pelatih yang sarat akan pengalaman agar bisa mendongkrak klub ke level tertinggi.

Namun, memilih pelatih tentu bukan perkara mudah sebab terkadang pergantian pelatih tidak selamanya berujung manis. Bahkan, tidak jarang klub melakukan perjudian yang sangat besar hingga tanpa sadar mereka telah salah menunjuk pelatih yang berakibat sangat vatal bagi klub. Alih-alih ingin mendapatkan gelar, klub justru hanya mampu jalan di tempat.

Beberapa klub besar di Eropa pernah mengalami hal tersebut. Berniat ingin mendapatkan pelatih yang lebih baik daripada sebelumnya, namun klub harus menerima pil pahit lantaran kualitas pelatih barunya jauh dari harapan.

Setidaknya, ada tiga tim besar Eropa yang pernah salah menunjuk pelatih.

  1. David Moyes – Manchester United
David Moyes – (Getty)

Entah apa yang ada di pikiran manajemen Manchester United (MU) ketika Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun di tahun 2013, mereka justru berani berspekulasi dengan menunjuk David Moyes dari Everton sebagai suksesor Fergie. Padahal prestasi Moyes sebagai pelatih sangat amat jauh dari kriteria yang tepat untuk menggantikan Fergie.

Mungkin pada awal kedatangannya, Moyes sempat mendapatkan sambutan yang meriah dari publik Old Trafford hingga ada banner bertuliskan “The Chosen One” yang dibentangkan oleh fans. Namun, ekspestasi yang diharapkan dari David Moyes tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan, reputasi MU sebagai tim besar yang sudah dibangun oleh Fergie sejak lama harus hancur dalam waktu yang singkat.

Berempat.com

Di bawah asuhan Moyes, Setan Merah gagal mempertahankan gelarnya di Liga Inggris, menelan 15 kekalahan dan sembilan hasil imbang, dari 51 pertandingan yang dijalani. Bahkan, tim semenjana seperti Swansea City, Crystal Palace, maupun Cardiff City yang sebelumnya tak pernah meraih satu poin pun ketika melawan United, justru mampu menekuk The Red Devils asuhan Moyes.

Atas hasil buruk tersebut tak ayal Moyes kemudian dipecat pada 22 April 2014. Kala itu MU tersingkir dari semua kompetisi yang diikuti dan hanya mampu finish di posisi tujuh Liga Inggris. Saat itulah untuk pertama kalinya dalam kurun 34 tahun MU gagal tampil di salah satu kompetisi Eropa.

  1. Clarence Seedorf – AC Milan
Clarence Seedorf (Giuseppe Bellini/Getty Images)

Manajemen AC Milan cukup mengejutkan ketika menunjuk salah satu legendanya, Seedorf sebagai pelatih pada 16 Januari 2014. Ketika itu Seedorf menggantikan pelatih yang saat ini menukangi Juventus, Massimiliano Allegri. Capaian Allegri saat melatih Milan sebetulnya cukup cemerlang. Selama tiga musim ia berhasil meraih satu Scudetto dan satu Piala Super Italia.

Allegri dipecat karena di musim terakhirnya tidak mampu membawa Milan meraih satu pun kemenangan dan menderita lima kali kekalahan dalam sembilan partai Serie A yang telah dilalui. Terlebih ketika itu AC Milan banyak menjual pemain pilarnya, seperti Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic.

Kendati berstatus legenda, nyatanya banyak pihak yang meragukan kemampuan Seedorf dalam melatih. Dan benar saja, mantan pemain AC Milan di era 2002-2012 itu hanya bertahan selama enam bulan setelah memimpin di 22 laga. Di akhir musim 2013/2014, ia langsung dipecat karena hanya mampu membawa I Rossoneri finish di peringkat delapan Serie A.

  1. Rafael Benitez – Real Madrid
Benitez – Perez (getty)

Mungkin ini menjadi salah satu keputusan Madrid yang sangat mengejutkan. Real Madrid kala itu menendang Carlo Ancelotti yang terlihat buruk di musim terakhirnya. Padahal, di musim sebelumnya Ancelotti berhasil membawa Los Blancos meraih La Decima pada tahun 2015. Kemudian, Perez pun menunjuk Rafael Benitez sebagai suksesor Ancelotti.

Benitez memang mempunyai repurtasi bagus kala melatih Liverpool dengan berhasil merengkuh Liga Champions. Namun, catatan buruk Benitez adalah saat ia hengkang dari Liverpool dan melatih Napoli. Namun, karena tidak mampu meraih hasil bagus alhasil ia pun dipecat oleh Napoli dan harus menganggur dalam beberapa waktu, sebelum kemudian Real Madrid khilaf merekrutnya.

Benitez sendiri mampu menjawab kepercayaan Perez dengan menjalani awal musim yang cukup mengesankan. Ia mampu membawa Madrid memenangkan sepuluh pertandingan liga secara beruntun. Namun, kekalahan mulai datang setelah Madrid takluk dari Sevilla.

Kesalahan fatal juga pernah dilakukan Benitez yang membuat Madrid dicoret dari Coppa Del Rey. Didiskualifikasinya Madrid lantaran Benitez menurunkan pemain yang sudah mendapatkan hukuman larangan bertanding sata itu, Denis Cheryshev.

Kesalahan fatal sebagai seorang pelatih itu pun dicatat Madrid hingga akhirnya mereka sampai di fase penentuan nasib Benitez kala Real Madrid bersua Barcelona. Dan kala itu Madrid dipaksa menelan malu dengan skor telak 4-0 di Bernabeu. Setelah pertandingan berakhir, kontrak Benitez pun langsung diputus Los Blancos.