Riyad Mahrez Leicester City (Michael Regan/Getty Images)
Berempat.com

Berkabar.ID – Kasus Riyad Mahrez yang memutuskan mogok bermain bersama Liecester City cukup menyita perhatian media di Inggris. Pasalnya, Riyad Mahrez mogok bermain bukan karena menuntut kenaikan gaji atau jam bermain, melainkan karena manajemen the Foxes tak mau melepasnya pada bursa transfer musim dingin kemarin. Padahal Mahrez sangat menginginkan pindah ke Manchester City.

Manchester City dikabarkan tertarik untuk membawa sang pemain ke Etihad Stadium pada Januari kemarin. Namun, Leicester mematok harga yang sangat tinggi, yakni 90 juta pound sterling atau setara dengan Rp 1,5 triliun. Sebab gagal hijrah ke City, pemain asal Aljazair ini pun akhirnya ngambek dan memilih mogok bermain.

Ternyata kasus ini terjadi bukan kali ini saja. Berikut ini tim Berkabar.id merangkum 5 pemain Liga Premier yang pernah melakukan mogok bermain.

  1. Raheem Sterling
Sterling – (Getty)

Ternyata sebelum kasus Mahrez, Raheem Sterling adalah korban dari rayuan Manchester City juga. Pada musim 2015 Sterling sempat dirayu oleh Manchester City dengan menyodorkan tawaran resmi ke Liverpool sebesar 30 juta pound sterling. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah pihak The Reds. Padahal, sang pemain diketahui ingin segera pergi dari Anfield Stadium.

Hal tersebut membuat Sterling memutuskan mogok bermain hingga tidak mau mengikuti tur pramusim The reds dengan alasan sakit. Pemain sayap tersebut lalu mendapat banyak kritik dari para legenda Liverpool. Tetapi The Reds tak punya banyak pilihan sehingga akhirnya menerima tawaran City sebesar 49 juta pounds. Sterling pun menjadi pemain Inggris termahal yang pernah ada saat itu.

2. Dimitri Payet

Payet – (Skysports)

Nama Dimitri Payet melambung tinggi saat dirinya menampilkan permainan fantastis bersama West Ham United di Liga Primer Inggris, dan mampu membawa Prancis ke Final Piala Eropa 2016. Bahkan, dirinya beberapa kali sempat memperlihatkan keahliannya dalam mengeksekusi tendangan bebas.

Manajer West Ham, Slaven Bilic, mengungkapkan kekesalannya terhadap Payet dalam konferensi pers jelang melawan Crystal Palace pada 2017 lalu. Bilic mengatakan Payet menolak bermain untuk West Ham dan minta dijual ke klub lain yang lebih besar. Dirinya pun sempat mengatakan bahwa tidak ingin menendang bola untuk West Ham.

Hal itu pun membuat pendukung West Ham geram. Mereka bahkan tidak sudi lagi mendukung pemain berkebangsaan Prancis tersebut. Pendukung setia West Ham itu pun turut menciptakan chant untuk sang pemain.

3. Diego Costa

Diego Costa – (Sky Sports)

Pemain asal Spanyol ini pernah melakukan mogok bermain saat membela Chelsea di musim ini. Costa merasa jengkel ketika dirinya dipinggirkan dari skuat asuhan Antonio Conte. Kekesalan ia bertambah tatkala Chelsea memboyang Alvaro Morata dari Real Madrid.

Alhasil pemain keturunan Brasil tersebut memilih melarikan diri ke Brasil dan menolak untuk kembali untuk latihan pramusim. Bahkan karena sudah tak mau bertahan di Chelsea, Costa sanggup menanti hampir setengah tahun sebelum kembali merumput membela Atletico Madrid kembali.

4. Dimitar Berbatov

Berbatov – (Getty)

Penampilan striker Bulgaria Dimitar Berbatov bersama Tottenham sempat menarik perhatian sejumlah klub di Eropa pada musim 2008. Namun, pendekatan Manchester United yang akhirnya mempengaruhi pikiran Berbatov di White Hart Lane.

Melihat sikap itu, Tottenham pun langsung memilih untuk mencadangkan Berbatov di pertandingan pertama Tottenham kontra Middlesbrough. Selepas itu, Berbatov pun menolak untuk ikut Tottenham bertandang ke Sunderland dan Chelsea pada partai selanjutnya. Alasannya tak lain supaya Tottenham mau menjualnya ke Manchester United.

Keinginannya pun terwujud hingga akhirnya ia bersama United memenangkan dua gelar liga. Ia membuktikan bahwa dengan melakukan mogok bermain bisa mewujudkan harapannya.

5. Carlos Tevez

Tevez Man City – (Getty)

Tevez menolak bermain ketika Manchester City menghadapi Bayern Munich di Liga Champions pada 27 September 2011. Manajer City ketika itu, Roberto Mancini, mengatakan Tevez sudah tidak mau lagi bermain untuk The Citizens dan minta dijual.

Hal itu sontak membuat Tevez dibekukan dari tim utama City oleh Roberto Mancini. Uniknya, Tevez kemudian menghabiskan waktunya dengan bermain golf di kampung halamannya Argentina. Tevez kemudian berdamai dengan Mancini dan manajemen City setelah gagal mendapatkan klub baru. Tevez akhirnya menjadi salah satu bagian penting dari keberhasilan City merebut gelar Liga Primer 2012.

Berempat.com