Diego Costa - Marca
Berempat.com

Berkabar.ID – Membela tim nasional tentu menjadi cita-cita setiap pesepak bola profesional. Mereka seakan berlomba-lomba untuk memperlihatkan performa terbaik di level klub untuk dapat dipercaya memperkuat tim nasional mereka masing-masing. Namun, tentu tak mudah untuk bisa dipercaya membela negara. Apalagi untuk beberapa negara besar Eropa. Bahkan, ketatnya persaingan membuat beberapa pesepak bola memilih untuk pindah kewarganegaraan untuk agar dapat bermain di tim nasional.

Biasanya para pesepak bola tersebut memiliki dua kewarganegaraan dan bisa memilih timnas negara mana yang akan dibelanya. Atau dalam kasus Indonesia yang tak mengenal dwi-kewarganegaraan, para pesepak bola tersebut akhirnya memilih pindah negara karena garis keturunan atau karena sudah lama menetap di Nusantara selama 5 tahun. Sebutan populernya adalah naturalisasi.

Lalu adakah pemain top Eropa yang memilih pindah kewarganegaraan demi dapat bermain di timnas? Berikut Berkabar.id merangkum lima pemain yang pernah membela lebih dari satu tim nasional.

  1. Pepe (Brasil ke Portugal)
Pepe – SKysports

Bekas bek andalan Real Madrid ini memang lahir di Brasil pada tahun 1983. Ia kemudian memilih memulai karier sepak bolanya bersama Corinthians. Namun, namanya mulai mencuri perhatian publik saat memutuskan untuk hijrah ke Portugal dan bermain dengan FC Porto di tahun 2004 hingga 2007.

Pemain bernama lengkap Kepler Laveran Lima Ferreira ini dinaturalisasi pada Agustus 2007 dan memulai debutnya melawan Finlandia.

Pilihan Pepe untuk membela Portugal pun tepat, karena pada akhirnya ia terus bermain di turnamen besar Euro 2008, 2012, dan 2016, serta Piala Dunia 2010 dan 2014. Pepe pun turut andil kala Portugal menjadi juara Euro 2016 di Prancis.

  1.  Miroslav Klose (Polandia ke Jerman)
Klose – Getty

Mantan penyerang Werder Bremen dan Bayern Munchen ini lahir di Opole, Polandia, dengan latar belakang orangtua yang notabene atlet. Ayahnya pesepak bola profesional yang pernah bermain untuk timnas Jerman, sementara ibunya bagian dari timnas bola tangan wanita Polandia.

Mengikuti  sang ayah yang  hijrah ke Jerman, Klose muda, yang saat itu berusia delapan tahun pun memegang hak untuk menjadi warga Negara Jerman. SG Blaubach-Diedelkopf, FC 08 Homburg, FC Kaiserslautern, Werder Bremen, dan Bayern Munich adalah klub Jerman yang pernah diperkuatnya.

Pada 2001, pelatih timnas Polandia, Jerzy Engel, bertolak ke Jerman untuk membujuknya bermain untuk Polandia, tapi Klose menolaknya. Ia justru menegaskan bahwa ia ingin bermain dengan timnas Jerman yang saat itu ditangani Rudi Voller. Keputusan yang tidak mudah, namun tindakan itu benar  karena pada akhirnya Klose turut andil menjuarai Piala Dunia 2014 bersama Jerman.

  1. Patrick Vieira (Senegal ke Prancis)
Patrick Viera – Getty

Vieira dikenal sebagai pesepak bola berpaspor Prancis, tapi sebenarnya mantan punggawa Arsenal ini lahir dan besar di Senegal, tepatnya di kota Dakar. Vieira sudah pindah ke Prancis saat usianya baru berumur delapan tahun. Vieira memiliki keturunan Prancis dari kakeknya yang pernah menjadi tentara Prancis sehingga ia dapat membela timnas Prancis.

Debutnya berlangsung pada 1997 dan ia pensiun pada 2010. Selama 13 tahun membela Prancis, Vieira sudah meraih titel Piala Dunia 1998, Euro 2000, dan Piala Konfenderasi FIFA 2001. Hal-hal yang mungkin tak diraihnya andai ia tidak pindah ke Prancis pada usia delapan tahun.

  1. Thiago Motta (Brasil ke Italia)
Thiago Motta – Getty

Motta lahir di Sao Bernardo do Campo, Brasil, pada 28 Agustus 1982 dan sudah mencatatkan penampilan bersama timnas Brasil pada 2003. Mantan pemain Barcelona dan Inter Milan ini sedianya bermain untuk Brasil U-23 di Piala Emas CONCACAF 2003, namun FIFA telah menganggapnya sebagai caps untuk timnas Brasil di turnamen kompetitif.

Namun, di tahun 2011 dia memutuskan untuk menerima panggilan Italia. Saat itu, Motta masih bermain untuk Inter Milan dan mendapatkan panggilan memperkuat Azzurri karena kakeknya merupakan warga negara negeri Pizza itu.

Motta pun sempat menjadi andalan Italia dalam beberapa turnamen.

  1. Diego Costa (Brasil ke Spanyol)
Diego Costa – Getty

Ini adalah kasus paling kontroversi tentang seorang pemain yang telah bermain untuk dua tim nasional. Diego Costa telah mewakili negara kelahirannya Brasil, sebanyak dua kali dalam pertandingan persahabatan melawan Italia dan Rusia pada 2013.

Namun, sejak mendapatkan kewarganegaraan dari pemerintah Spanyol pada 2013, Costa memutuskan untuk memperkuat tim yang kini dilatih oleh Julen Lopetegui itu. Sehingga warga Brasil kala itu sangat kecewa dengan keputusan mantan penyerang Chelsea itu. Bahkan, mereka menuding Costa mengganti warga negara karena faktor uang.

Tapi, bagaimanapun keputusan Costa sudah bulat dan tak dapat diganggu gugat. Kini, ia tengah membidik misi agar dapat bermain untuk timnas Spanyol di Piala Dunia 2018.

Berempat.com