Haringga Sirla, korban tewas pada laga Persija vs Persib (Foto istimewa)
Berempat.com

Supporter sepak bola tanah air kembali berduka. Supporter Persija, Haringga Sirla tewas dikeroyok Bobotoh sebelum laga Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9). Haringga tewas setelah dikepung dan dihujani pukulan menggunakan beragam benda seperti batu, helm, hingga balok kayu diduga dilakukan lebih dari 30 orang.

Tagar #RIPHaringga pun kini menggema di seantero media sosial. Hanya duka dan lara yang kini tersisa. Memang, kasus kematian suporter jelas bukan barang baru di negeri ini. Save Our Soccer, sebuah komunitas pemerhati sepak bola, mencatat bahwa ada 69 kasus kematian suporter sejak 1995. Kematian Haringga lantas menambah panjang catatan suram tersebut. Haringga menjadi korban ke-70.

Menurut Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris mengaku jumlah tersangka kemungkinan masih bisa bertambah. “Pelaku kemungkinan akan bertambah karena di tempat kejadian perkara, polisi mengidentifikasi pelaku lebih dari 30 orang,” kata Yoris di Polrestabes Bandung, Senin (24/9).

Sebelumnya, pihak Kepoisian telah menangkap 16 orang yang diduga menjadi tersangka. Lima di antaranya ditangkap di lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, polisi akhirnya menetapkan 8 orang di antaranya sebagai tersangka.

“Kami menangkap lima pelaku di TKP. Satreskrim membentuk tim dan mengamankan 16 orang. Dari 16 orang ini, 8 orang sudah kita tetapkans sebagai tersangka dengan umur bervariasi, ada 17 sampai 40 tahun,” bebernya.

Mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Budiman (41 tahun), Goni Abdulrahman (20 tahun), Cepy Gunawan (20 tahun), Aditya Anggara (19 tahun), Dadang Supriatna (19 tahun), SMR (17 tahun), DFA (16 tahun), dan Joko Susilo (31 tahun).

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan, Polri sudah berusaha mengantisipasi tawuran dengan melakukan rapat konsolidasi dengan pemda, klub, dan penyelenggara liga. “Polda Jabar, sudah melakukan upaya pencegahan. Dengan kejadian kita akan evaluasi,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Atas insiden ini, Setyo mengimbau agar para suporter tak bertindak gegabah ketika bertemu tim lawan. Karena untuk menyaksikan pertandingan sepak bola tak harus dengan berkorban nyawa. “Sekali lagi saya mohon, pengurus liga dan pimpinan suporter, bersama menahan diri. Berlaga dengan jujur. Dan bertanding dengan baik,” imbau Setyo.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami mengecam aksi pengeroyokan dilakukan sejumlah bobotoh hingga menyebabkan seorang mereggut nyawa supporter Persija.”Saya sangat berduka cita atas meninggalnya suporter Persija atas nama Haringga Sirilla, warga Cengkareng tadi siang. Sangat kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan tim Persib yang didapat dengan susah payah,” tulis Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya.

“Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, secara kemanusiaan, saya pribadi memohon maaf kepada keluarga korban dan rekan2 The Jak Persija. Saya sudah meminta kepolisian untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya kepada oknum biadab yang terlibat. 5 tersangka sudah ditangkap dan ditahan di Polrestabes Bandung,” kata pria yang sapa Emil tersebut.

Berempat.com