Berempat.com

Para pendukung Presiden Jokowi kecewa dengan hasil Pilpres . Mereka menggaungkan wacana memboikot restoran Padang.

Mereka sangat kecewa karena di Sumatera Barat, Jokowi-Ma’ruf kalah telak. Bila jadi bergulir kira-kira namanya adalah Gerakan Nasional Boikot Nasi Padang (GNBNP).

Saya agak ragu gerakan ini akan berhasil. Mereka lupa nasi Padang juga punya saham besar menyelamatkan Jokowi-Ma’ruf. Hampir dalam setiap kampanye yang mengerahkan massa besar-besaran, nasi Padang (bungkus) selalu berperan penting. Tanpa kehadiran nasi Padang sulit membayangkan ada massa yang mau datang.

Mereka yang tergabung dalam Aliansi Pasukan Nasi Bungkus (Panasbung) tidak akan mau hadir, tanpa iming-iming nasi Padang plus uang transport dan uang saku.

Kalau boleh menyarankan, sebelum wacana itu digulirkan ada baiknya dibuat polling, atau kalau perlu petisi melalui change.org. Sebagai salah satu penggemar nasi Padang saya pasti akan berpartisipasi memberikan suara menolak.

[wp-rss-aggregator source="4111" limit="3"]

Jangankan memboikot nasi Padang. Tidak bertemu nasi Padang selama seminggu saja hidup ini rasanya tidak lengkap. Apalagi boikot selama lima tahun sampai Pilpres berikutnya. Berat bos….

Kalau tidak percaya, tanyalah orang-orang Padang atau warga Indonesia yang tinggal di luar negeri. Bagaimana beratnya hidup jauh dari restoran Padang.

Membayangkan nasi panas yang mengepul berpadu dengan kuah rendang, sayur nangka dan sambal cabai ijo saja air liur sudah meleleh.Baru mencium baunya saja dijamin akan banyak yang lari Bukan menjauh, tapi mendekat. Boro-boro memboikot dan menjauhinya. Ampun wak…..

Kalau dasarnya boikot restorant Padang karena Jokowi kalah telak, daftar boikot pendukung Jokowi akan sangat panjang.

Jokowi kalah telak di Aceh, jadi mulai hari ini boikot Mie Aceh. Kemudian boikot lontong Medan, Pempek Palembang, Sate Bandeng dari Banten, Gado-gado dari Jakarta, Soto Mie Bogor, Mie Kocok Bandung, Sate Madura, Ayam Taliwang dan Plecing kangkung dari Lombok, Coto dan Konro dari Makassar, Soto Banjar dan banyak makanan lain yang bikin air liur meleleh.

Di daerah itu Jokowi kalah semua. Kalau pakai data quick count lembaga survei yang juga pendukung Jokowi, jumlahnya lebih kurang 19 atau 21 provinsi. Yakin masih mau teruskan aksi boikot?

Yang repot kalau terjadi sebaliknya. Warga dari provinsi-provinsi yang dimenangkan Prabowo memboikot para pendukung Jokowi. Apa gak bakal sengsara seumur hidup?

Saya membayangkan di setiap restoran Padang, Kedai Mie Aceh, Warung Pempek Palembang, dan Coto Makassar ditulis pengumuman. Para Pendukung Jokowi Dilarang Masuk!
Berani coba?

Oleh: Nasruddin Djoha, pengamat dan pemerhati bangsa

Berempat.com