Berempat.com

Sepekan terkahir, jagat media sosial ramai dengan pemberitaan penggunaan kardus sebagai kotak suara dan bilik pada Pemilu 2019. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, pihaknya berupaya untuk menggelar Pemilu dengan biaya yang murah.

“Kami memang ingin pemilu ini murah. Murah bagi siapapun, murah bagi KPU, murah bagi peserta pemilu. Makanya desain untuk beberapa kegiatan tahapan pemilu itu harus murah bagi siapapun,” kata Arief.

KPU menilai dengan menggunakan kotak dan bilik dari bahan kertas mampu menghemat biaya hingga Rp 600 miliar.

“Jadi Pemilu ini sebenarnya desainnya itu sudah mengarah ke efektif, efisien, hemat, baik bagi penyelenggara maupun bagi peserta pemilu,” ujar Arief.

Langkah KPU menghemat biaya pemilu dengan menggant kotak suara dan bilik dari aluminium ini mendapat sorotan dari masyarakat. Sejumlah nettizen mengkhawatirkan akan rawan kecurangan, pembongkoran, rusak dan lain sebagainya.

Faktanya pada banjir yang menerjang kawasan Bandung 8 Desember lalu saja 2065 kotak suara dan 110 bilik suara rusak. K

Berempat.com