Berempat.com

Satu bulan pasca diumumkannya sayembara dengan nilai Rp100 miliar oleh relawan pendukung Jokowi, sayembara tersebut ditutup. Relawan Jokowi menyebut belum ada yang membuktikan terjadinya kecurangan pada proses Pemilu 2019.

Jjika ada pihak 02 yang bisa buktikan kepada kami (soal kecurangan), sampai saat ini belum ada pihak yang hubungi kami, sehingga kami melakukan closing statement,” kata relawan dari Muslim Cyber Army Jokowi-Ma’ruf, Diki Candra di Fave Hotel, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (17/05/2019).

Terkait adanya laporan kesalahan hitung oleh BPN ke Bawaslu serta pemaparan dugaan kecurangan yang dilakukan BPN Prabowo-Sandi di Hotel Sahid, Diki mengatakan itu belum dapat membuktikan kecurangan minimal lima persen. Itu hanyalah paparan IT yang belum dapat dibuktikan secara pasti.

“Itu baru kasus bukan angka kecurangan, itu lebih banyak kepada sistem entry data komputer yang belum tentu mempengaruhi angka keseluruhan,” katanya.

Sebelumnya Relawan IT Prabowo-Sandi menantang balik relawan Jakowi yang mengadakan sayembara tersebut membawa uang sebesar Rp 100 miliar untuk disahkan di hadapan notaris sebagai bukti keseriusan mereka. Seperti halnya Relawan IT Prabowo-Sandi yang membawa sebagian bukti dari 73 ribu salah input dari 400 ribu suara (sekitar 15%) yang diduga berpotensi menjadi kecurangan. Nyatanya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersalah atas pehitungan suara tersebut.

“Kami tantang relawan Jokowi membawa bukti uang Rp 100 miliar ke notaris yang disaksikan berasma kami, Itupun jika ada uangnya. Jika kami terbukti terjadi salah hitung yang merugikan 02, maka uang tersebut 50% akan kami gunakan untuk korban KPPS yang meninggal sisanya guna petugas pemilu yang sakit,” papar Relawan IT Prabowo-Sandi Mustofa di Bawaslu beberapa waktu lalu.

Kini setelah Bawaslu menyatakan KPU bersalah, relawan Jokowi menutup sayembara tersebut.

Berempat.com