Praktik perilaku seks menyimpang yang dibisniskan berhasil dibongkar polisi di sebuah hotel di kawasan Tegalsari. Diketahui, pelaku adalah pasangan suami istri (Pasutri). Mereka melakukan hubungan seksual secara berempat (foursome). Sang suami menjual istrinya kepada dua orang pria.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, mengatakan “Perilaku seks tersangka ini menyimpang, yakni dengan foursome. Praktik ini dilakukan sekaligus ingin mengeruk keuntungan,” Senin (11/9/2017).

Anggota Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur mendapatkan informasi adanya aksi kegiatan seks menyimpang (foursome) yang dilakukan suami istri di sebuah hotel di kawasan Tegalsari, Surabaya, pada akhir bulan Agustus 2017 lalu.

Dalam penggerebekan itu dipimpin oleh Kanit III Kompol Edy Herwiyanto di salah satu kamar di hotel tersebut. Saat digerebek, di kamar tersebut terdapat empat orang yang terdiri dari satu perempuan dan tiga laki-laki. Saat digerebek, mereka sedang melakukan praktik seksual menyimpang.

“Ada pasangan suami istri. Serta dua pria pelanggan,” ujar Kasubdit IV Renakta AKBP Rama Samtama Putra.

Para pelaku foursome yang terdiri dari 4 orang itu digelandang ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Dari hasil introgasi, polisi menetapkan pelaku yang bernama Selvin Firnando alis Epin (25), warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sedangkan istri tersangka yang berinisial TS, serta kedua pria pelanggannya itu dimintai keterangan sebagai saksi.

Pelaku Epin yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta ini pun ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 296 KUHP dan 506 KUHP tentang tindak pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan.