Foto: Youtube
Berempat.com

Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 WIB membuat duka medalam bagi keluarga korban. Pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka-Belitung dengan 189 orang di dalamnya. Seharusnya pesawat mendarat pukul 7.10 WIB

Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Muhammad Syaugi menyampaikan kronologi jatuhnya peswat nahas tersebut dalam jumpa pers bersama KNKT di kantor Basarnas, Jakarta, Senin (29/10/2018).

1. Pesawat Lion Air JT 610 take off Pukul 06.21 WIB

2. Pesawat Lion Air JT 610 hilang kontak Pukul 06.33 WIB. Kontak terakhir pada koordinat 48.934 S 107 07.284 E

3. Kansar Jakarta menerima informasi dari VTS Tanjung Priok bahwa pada pukul 07.05 WIB Tuug Boat AS Jaya 11 melihat Pesawat Lion Air JT-610 jatuh. Pukul 07.10 WIB

Kapten Tugboat AS Jaya II, Rahmat Slamet, menjadi salah satu saksi mata yang pertama kali melihat pesawat Lion Air JT-610. Rahmat yang saat itu berada sekitar 1,3 kilometer dari lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara ledakan.

“Kami melihat sudah posisi jatuh, jadi tinggal kelihatan ekornya saja. Tapi jatuhnya tidak lihat. Jadi setelah jatuh, air naik, baru terdengar suara ledakan. Meledaknya setelah masuk air,” ungkap Rahmat seperti dilansir Kumparan.com, Selasa (30/10).

Ia mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah mendengar ledakan, kapal Tugboat AS Jaya II langsung mendekat untuk mengamankan lokasi. “Setelah itu kita lapor lewat radio, baru saya mendekat untuk mengamankan lokasi, TKP, sambil mengambil barang-barang yang sekiranya akan diidentifikasi,” lanjutnya.

Setelah itu, menurut Rahmat, ada beberapa kapal lain yang datang mendekat untuk membantu. Mulai dari kapal tugboat, hingga kapal tangki milik Pertamina yang kebetulan ada di sekitar lokasi.

“Setelah kami mendekat, ada kapal lain yang datang, tugboat lain yang lewat mendekat juga. Ada juga supply dari Pertamina, abis itu ada Pullmar, setelah itu baru Basarnas datang sekitar pukul 09.00 WIB lewat,” pungkasnya.

Sindu Rahayu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam press rilisnya mengatakan Lion Air JT-610’>Pesawat Lion Air JT-610 membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 penumpang bayi dengan 2 pilot dan 5 awak pesawat.

“Kalau kami lihat di peta, lost contact ada di atas sini (Karawang, Jawa Barat). Ini jaraknya kalau dari kantor SAR Jakarta 34 nautical mile. Kalau Tanjung Priok 25 nautical mile. Kalau dari Tanjung Karawang 11 nautical mile. Jadi tidak terlalu jauh. Kami dapat informasi bahwa pesawat itu lost contact di ketinggian 2.500 saat itu,” kata Syaugi.

Berempat.com