Foto: online 24jam.com
Berempat.com

Sejak dinyatakan jatuh Selasa (29/10) sekitar pukul 07.10 WIB, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah berada di lokasi jatuhnya pesawat 2 jam setelah kejadian.

Di hari pertama pencarian tercatat 24 kantong jenazah berhasil dibawa dari proses pencarian jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 10 kantong jenazah dipastikan berisi korban, dan sisanya hanya serpihan pesawat. 24 kantong jenazah yang tiba di dermaga JICT dan diberangkatkan ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi oleh tim DVI.

“Sampai tadi malam kita sudah melaksanakan evakuasi khususnya ya korban-korban. Kita sudah kumpulkan ada 10 kantong jenazah yang ada 10. memang total kantong ada 24 tetapi yang 14 adalah serpihan-serpihan kecil, yang korban jenazah ada 10 kantong,” ujar kata Kabasarnas Masdya M Syaugi, di dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10).

Namun, Syaugi tak menjelaskan apakah korban yang ditemukan dalam keadaan utuh atau tidak. Dia mengatakan semua kantong jenazah sudah diserahkan ke RS Polri.

Jumlah kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang dikirim ke RS Polri terus bertambah. RS Polri akan berjaga selama 24 jam untuk menunggu kiriman kantong jenazah.

“Dari postmortem jenazah yang sudah dikirimkan 24 kantong jenazah,” kata Kepala RS Polri dr Musyafak dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10) kemarin.

Guna mencocokan identitas, keluarga korban diminta melakukan tes DNA dengan membawa identitas kartu keluarga, dan KTP.

Pesawat Lion Air JT 610 sendiri jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung dengan membawa 189 orang di dalamnya.

Berempat.com