Berempat.com

Ribuan peserta aksi bela tauhid yang datang dari berbagai daerah mengepung istana Jakarta, Jumat (2/11).

Peserta yang bergerak dari masjid istiqlal pasca shalat Jumat, dihadang menuju istana. Ratusan polisi telah memblokade jalan menuju istana.

Presiden Jokowi sendiri tidak berada di istana. Jokowi pergi meninjau tim sar gabungan di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sementara itu, massa aksi bela tauhid akan ditemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Kantornya, Jakarta Pusat.

Saat menerima perwakilan massa, Wiranto akan didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. Sejak pukul 13.00 WIB, Ari Dono tampak berada di Kantor Kemenko Polhukam untuk memantau perkembangan Aksi Bela Tauhid 211.

Hingga kini, puluhan ribu massa telah memenuhi jalan sekitar bundaran Patung Kuda di sekitar Monumen Nasional (Monas) menuju ke arah Jalan Medan Merdeka Barat.

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) yang tergabung dalam gerakan, Slamet Maarif mengatakan, ada dua tuntutan yang disuarakan massa, yaitu meminta pemerintah mengakui ada pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid pada Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat, dan meminta aparat penegak hukum menindak aktor intelektual insiden tersebut.

Pagar berduri dipasang di kedua arah. Selain itu, puluhan personel kepolisian juga berjaga di balik kawat berduri. Nampak pula lima meriam air dan empat mobil barracuda.

Sementara itu, Jalan Medan Merdeka Utara menuju Istana Negara juga dipasangi kawat berduri lengkap dengan puluhan personel kepolisian. Tepatnya di depan kantor Mahkamah Agung. Dengan demikian, massa juga tidak bisa menuju Istana Negara.

Pengamanan di sana tidak seketat di Jalan Medan Merdeka Barat. Namun, tetap saja, tidak ada yang boleh diperkenan melewati akses tersebut.

mMssa aksi bela tauhid berangsur-angsur mulai memadati Patung Kuda Arjuna yang dekat dengan Kantor Kemenkopolhukam. Mereka membawa dan mengenakan Berbagai atribut bertuliskan kalimat tauhid. Ada bendera, ikat kepala, kaos, dan jaket.

“Allahu Akbar!!” Pekik mereka berulang kali mengikuti aba-aba.

Berempat.com