Berempat.com

PT Cementaid Sales and Services Indonesia, produsen material aditif bangunan seperti Integral Waterproofing tipe Hydrophobic Pore-blocking Ingredient (HPI), Waterproof Coating serta Liquid Floor Hardener, secara resmi memulai pembangunan pabrik terbarunya di ModernCikande Industrial Estate (MCIE) yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten.

Prosesi ground breaking atau peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan tersebut dilakukan pada Jum’at (15/3), dan turut dihadiri Senior Manager Cementaid Indonesia, Rodel A. Dela Pasion, Associate Director of Finance Estella Fung, Associate Director of Sales Cementaid Asia, Anthony Sung, President Director Cementaid Indonesia, Jhon Lindsay Aldred serta Managing Director Cementaid Group, Michael John Aldred, serta beberapa petinggi perusahaan yang menjadi mitra maupun distributor Cementaid di Indonesia.

President Director Cementaid Indonesia, Jhon Lindsay Aldred dalam sambutannya menuturkan, pabrik Cementaid yang dikembangkan di MCIE merupakan pabrik terbaru serta lebih besar dibanding fasilitas produksi pertama yang berada di kawasan Jakarta Timur. “Pabrik Cementaid Indonesia berdiri di atas lahan seluas 2.565 m2. Sementara, bangunan pabrik berikut fasilitas pendukung yang akan dikembangkan seluas 1.500 m2,” ujar Jhon Lindsay. Dengan luas bangunan tersebut, menurutnya, pabrik baru dengan nilai investasi US$ 1 juta dollar ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 5.000 ton admixtures (campuran beton) per tahun.

“Merujuk pada jumlah penduduk Indonesia saat ini sebesar 265 juta jiwa, dimana penggunaan material semen juga sangat besar, Cementaid meyakini industri konstruksi di Indonesia akan semakin berkembang ke depannya. Dan, kami optimis dengan rekam jejak lebih dari 70 tahun di seluruh dunia Cementaid akan diterima dengan cukup baik di pasar Indonesia,” jelas Jhon Lindsay.

PT Cementaid Sales and Services Indonesia merupakan anak usaha dari Cementaid- perusahaan asal Australia yang didirikan pada tahun 1946. Cementaid mulai berekspansi ke Indonesia pada tahun 1985 yang bermitra dengan perusahaan lokal. Pada 2008, Cementaid Indonesia secara resmi menjadi Perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing).

Sejak tahun 1985 hingga 2010, Cementaid Indonesia masih mengimpor bahan baku produksinya dari pabrik Cementaid yang berada di Singapura. Dan, mulai berproduksi secara penuh di Indonesia sejak tahun 2010 melalui fasilitas manufakturnya yang berlokasi di Jakarta Timur. Seiring waktu dan terus meningkatnya kebutuhan teknologi unik dari Cementaid, yaitu pencampuran beton yang dapat mengubah beton berpori menjadi tahan air secara permanen tanpa memerlukan lapisan kedap air konvensional, membuat Cementaid kembali berinvestasi untuk fasilitas manufaktur terbarunya di Modern Cikande Industrial Estate.

Di Indonesia, salah satu produk utama yang dipasarkan Cementaid adalah Hydrophobic Pore-blocking Ingredient (HPI) yang digunakan sebagai material campuran agar beton menjadi tahan air secara permanen. Produk ini cocok diaplikasikan untuk mengantisipasi kebocoran pada basement, dinding diafragma, stasiun bawah tanah, tangki air, kolam renang, taman taman maupun dek pada atap. Selain anti bocor, HPI juga dapat melindungi beton dan penguatan baja terhadap korosi yang disebabkan oleh air laut (struktur laut), asam serta bahan kimia korosif lainnya.

“Pada tahun 2019, Cementaid Indonesia menargetkan penjualan sebesar US$ 3 juta dollar atau jauh lebih tinggi dibanding realisasi pendapatan tahun 2018. Untuk mencapai target tersebut, salah satu strategi baru kami adalah dengan menyasar para end user yang biasanya sering mengeluhkan biaya penggantian waterproofing dan maintenance berbiaya tinggi terutama pada fasilitas kolam renang, taman atap, basement dan dak beton. Dan, yang paling penting, bagaimana kami dapat lebih meningkatkan layanan kami kepada masyarakat sehingga mereka dapat selalu mengandalkan Cementaid untuk bangunan mereka,” tutur Jhon Lindsay.

Sementara itu, PT Modern Industrial Estat, anak usaha PT Modernland Realty Tbk., menyambut baik dibangunnya pabrik PT Cementaid Sales and Services Indonesia di ModernCikande Industrial Estate (MCIE). “Keputusan untuk memilih ModernCikande Industrial Estate sangat tepat karena ModernCikande Industrial Estate memiliki banyak keunggulan yang bisa mendukung para investor dalam menjalankan usahanya. Kami juga akan memberikan dukungan yang maksimal agar pembangunan pabrik berjalan lancar dan bisa beroperasi dengan baik,” ujar Pascall Willson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat.

Dari total lahan 3.175 hektar, luas lahan yang telah dikembangkan di ModernCikande Industrial Estate saat ini mencapai 40% dengan sisa pengembangan lahan sesuai perijinan masih sekitar 1500-an hektar. Dalam kondisi teraktual, lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional dari berbagai ragam jenis usaha telah mempercayakan ModernCikande Industrial Estate sebagai rumah bagi usaha dan bisnis mereka. ModernCikande Industrial Estate diyakini akan terus berkembang, dari kawasan industri menuju Integrated City.

Berempat.com