Setelah Institut Teknologi Sepuluh Novemberr (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan motor listrik menjadi sebuah prototipe dan siap diproduksi, kini lima universitas negeri di Indonesia juga sedang melakukan penelitian dan pengembangan mobil listrik hingga ke tahap prototipe.

Usai seremoni penandatanganan kerja sama produksi motor listrik kreasi Indonesia bernama Gesits, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir mengungkapkan, pihaknya telah mendorong lima universitas negeri untuk mengembangkan riset mobil listrik hingga ke tahap prototipe.

“Sepeda motor turut menyumbang polusi sangat besar, setelah (Gesits) selesai, selanjutnya ialah mobil listrik nasional. Lima perguruan tinggi negeri saya tugasi selesaikan mobil listrik nasional. Kami danai riset mereka dan sekarang sedang dalam tahap prototipe,” papar Nasir di Cilengsi beberapa waktu lalu.

Adapun kelima perguruan tinggi negeri itu adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Nasir menegaskan, regulasi haruslah disusun untuk memudahkan dan memberi jalan pada inovasi agar lebih mudah menuju industri, terutama inovasi anak-anak negeri sendiri. Tanpa hal tersebut, maka inovasi dari Indonesia yang dimulai dari sebuah riset akan sulit menjadi sebuah produk yang mampu bersaing di industri.

“Hal ini tak akan bisa tercapai jika kementerian yang saya pimpin berjalan sendiri. Harus ada koordinasi dengan kementerian-kementerian teknis seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan untuk mewujudkan semua itu,” pungkas Nasir.